Seleksi Anis Merah Dewasa Untuk Indukan

Seleksi Indukan

Untuk penangkar yang akan memulai melakukan penangkaran dengan mengambil pasangan indukan atau bukan dengan memelihara bakalan, penangkar juga harus melakukan proses seleksi indukan terlebih dahulu. tujuan dari hal ini adalah agar penangkaran yang dijalankan lebih berhasil dan nantinya bisa menghasilkan keturunan atau bibit yang berkualitas pula.

Pada dasarnya, kriteria atau ciri-ciri fisik indukan yang bagus kurang lebih sama seperti pada saat proses seleksi bakalan. Ada beberapa syarat tambahan antara lain:

  1. Sehat, tidak penyakitan, dan tidak membawa suatu penyakit tertentu yang sifatnya turunan atau bisa menurun kepada anaknya.
  2. Cukup umur
    Indukan yang bagus setidaknya berumur minimal 12 bulan untuk betina, dan di atas 15 bulan untuk pejantan. Selain itu, umur indukan pejantan disarankan harus selalu lebih tua dari indukan betina. Apabila kurang dari usia tersebut atau terlalu muda, peternak perlu menunggu beberapa waktu untuk mengawinkannya setidaknya hingga burung tersebut sudah berahi penuh sehingga jelas tidak efektif. Sedangkan apabila indukan yang digunakan terlalu tua, sebagai contoh berusia di atas 4 tahun, tingkat produktivitasnya sudah menurun, dan biasanya akan mengalami kendala dalam proses bertelur, pengeraman, dan merawat anak-anaknya yang jelas akan memforsir tenaganya.
  3. Tidak mempunyai cacat fisik
    Indukan yang digunakan harus tidak mempunyai cacat fisik seperti sayapnya patah, paruh bengkok, kaki dan jari patah, dan sebagainya karena cacat fisik tersebut sedikit banyak akan mengganggu proses perkawinan. Sebagai contoh, ketika akan melakukan perkawinan, pejantan yang kakinya cacat akan sulit menaiki punggung indukan betina sehingga proses pembuahan yang dilakukan menjadi tidak sempurna. Akibatnya telur yang dihasilkan menjadi kurang subur, bahkan menjadi telur kosong atau telur yang tidak subur (infertile) sehingga tidak bisa menetas.

Selain itu, khusus untuk indukan yang akan segera dikawinkan, indukan tersebut harus memiliki ketentuan tambahan sebagai berikut:

  1. Sudah berahi penuh
    Agar proses perkawinan dapat berjalan lancer dan pembuahan menjadi sempurna, indukan yang digunakan baik jantan maupun betina harus yang sudah benar-benar menampakkan tanda-tanda sedang berhi penuh. Penggunaan indukan terutama pejantan yang sedang dalam kondisi tidak berahi penuh bisa menyebabkan proses pembuahan yang tidak sempurna dan menyebabkan terjadinya telur yang tidak subur atau tidak bisa menetas (infertile).

Ciri indukan anis merah jantan yang sudah berahi penuh antara lain:

  • Bagian vent (yang terlihat ketika bulu-bulu pada bagian duburnya ditiup) akan terlihat sangat menonjol atau lancip. Hal ini terjadi karena produksi hormone endrogen dalam tubuhnya sedang dalam jumlah berlebih sehingga membuat alat kelaminnya (zakar) akan mengalami perubahan bentuk.
  • Terlihat gacor atau rajin berkicau dan sangat agresif bila melihat lawan jenisnya. Selain itu, anis merah jantan juga akan suka menggerak-gerakkan badan dan kakinya di tenggeran secara bergantian seolah tempat pijakannya tersebut terasa panas.
  • Apabila didekatkan dengan anis merah betina, anis merah jantan akan langsung mendekati pinggir sarangnya untuk mencoba menarik perhatian.
    Sedangkan untuk indukan anis merah betina yang sudah berahi penuh ciri-cirinya adalah:
  • Indung telurnya akan berkembang dengan cepat, kloaka terlihat bengkak memerah, dan bagian bulu dadanya akan mengalami kerontokan sebagai akibat dari hormone sekunder yang ada dalam metabolisme tubuhnya.
  • Suka berjongkok dan mengepakkan sayapnya begitu mendengar suara kicau burung jantan sebagai tanda minta dikawini.
  • Secara naluriah sering mencabuti bulunya sendiri, terutama bulu leher dan bulu dada, dengan maksud menggunakannya sebagai bahan untuk membuat sarang.
  • Selain itu, apabila di dalam sangkarnya diberikan sarang atau bahan-bahan pembuat sarang, secara naluriah ia akan mengambil bahan-bahan tersebut untuk dibawa ke sana ke mari sambal terbang.
  • 2. Tidak sedang mengalami pergantian bulu atau mabungBurung yang sedang mengalami pergantian bulu (mabung) tidak boleh dikawinkan karena bisa mengakibatkan burung tersebut mengalami kerusakan baik fisik maupun mental, sekaligus mengganggu proses pertumbuhan bulu baru. (Suryo S.)
Seleksi Anis Merah Dewasa Untuk Indukan | admin | 4.5